POTENSI PASAR GENERASI MILENIAL 2020

Potensi Pasar Generasi Milenial 2020

Tulisan ini mungkin tidak cocok untuk anda yang memulai usaha tanpa ada riset pasar. Atau studi awal yang melihat pertumbuhan dan peluang bisnis. Kenapa penulis bilang begitu, karena sebuah usaha dengan insting sangat sulit diukur tingkat keberhasilan dan ketidak tentuan perubahannya. Bukan karena penulis mewakili pembaca milenial terutama, tapi justru karena pembaca milenial lebih suka melihat hal yang konkrit dari angka, dibandingkan melihat trend prilaku yang dijerat oleh insting seorang pebisnis.

Sebuah riset tentang generasi milenial baru-baru ini, yang mewajibkan anda sebagai pengusaha. Harus merubah cara berjualan anda dengan, metode digital adalah hal yang sangat lumrah untuk dipilih. Kenapa? berikut kutipan alasannya. Pertanyaan yang ingin dijawab pada tulisan ini adalah kapan sebaiknya mempersiapkan infrasturktur digital anda?

Urban middle-class memiliki daya beli

Urban middle-class millennials adalah masyarakat yang memiliki daya beli. Seperti yang sudah dibilang sebelumnya, generasi milenial adalah generasi yang unik. Adanya segmen pasar tersebut sedikit banyak akan merubah paradigma dan konsep arah marketing. Jika suatu perusahaan ingin merebut pasar urban middle-class millennialstentunya harus memperhatikan karakter dan perilaku dari segmen tersebut. urban middle-class millennials yang berjumlah 35 juta jiwa adalah ceruk pasar patut untuk dimenangkan. Generasi millennial adalah generasi yang memiliki engagement (dikutip BCG). Seperti di kutip dari Mashable, Generasi Millennials tidak tertarik degan iklan televisi dan media cetak yang hanya dianggap cocok untuk generasi tua. Kedepan iklan produk melalui content video di internet maupun digital marketing lainya akan menjadi sebuah keniscayaan.Urban middle-class millennials merupakan generasi“kepo”, sebelum memutuskan pembelian suatu produk, mereka terlebih dahulu mencari informasi melalui internet maupun sosial media. Review tentang produk di internet dan sosial media menjadi referral bagi mereka. Istilah word of mouth akan engalami perubahan menjadi word of internet atau word of social media. Hasil riset Alvara Reseach Center tahun 2015 menemukan bahwa informasi produk yang paling banyak di cari oleh generasi millennials di internet adalah informasi tentang price, feature product, kemudian diikuti oleh promotion program dan customer review.

Meledaknya konsumsi gadget berdampak pada selling channel penjualan

Meledaknya konsumsi gadget dan internet oleh Urban middle-class millennials secara langsung maupun tidak langsung berdampak pada selling channel penjualan. Fenomena menjamurnya toko online seperti lazada.co.id, treveloka.com, zalora.co.id, blibli.com adalah salah satu indikasinya. Selain toko online, forum, media sosial dan messenger grup sekarang juga banyak digunakan sebagai selling channel. Meroketnya jumlah penggunaan internet menjadi 140 juta pengguna di tahun 2020 tentu merupakan indikasi perkembangan online channel yang makin menggembirakan.Urban middle-class millennials adalah masyarakat sosial yang melek dan adaptable pada teknologi. Mereka cenderung suka memanfaatkan teknologi untuk mempermudah segala aktivitas, tak terkecuali aktivitas belanja. Dengan kemajuan teknologi cara pembayaran membuat generasi ini makin cashless (cenderung tak membawa uang tunai). Kemudahan pembayaran belanja melalui debit card, credit card. (Alvara Research Center pada 2016)

Jawaban dari pertanyaan pada paragraf kedua sudah bisa dirumuskan “sekarang”. Dapat disimpulkan hasil penelitian generasi yang diterbitkan oleh Alvara Research Center pada 2016, semakin hari semakin tervalidasi. Artinya jika anda belum memiliki infrastruktur digital yang siap untuk menyambut peluang pasar ini, bisa dipastikan produk dan bisnis yang anda miliki akan jadi kenangan. Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana mempersiapkan dan membangun bisnis digital anda, bisa menghubungi kami di nomor yang tersedia pada website ini.

Leave a Comment